Palm Oil expansion in Indonesia: 10.000 EU-citizens demand release of environmental defender M. Rusdi in Jambi

Mayor Rusdi: Man behind iron bars

Feb 16, 2009

Press Release by Watch Indonesia!, Rettet den Regenwald e.V., Borneo Orangutan Survival Germany:

Press Release by Watch Indonesia!, Rettet den Regenwald e.V., Borneo Orangutan Survival Germany:

Palm Oil expansion in Indonesia: 10.000 EU-citizens demand release of environmental defender M. Rusdi in Jambi

Berlin, 16 February 2009

More than 10.000 EU-citizens demand the release of M. Rusdi, head of Karang Mendapo village. He was detained on 28 January 2009. They signed a petition brought forward by Rainforest Rescue and Watch Indonesia!.

Representatives of these environmental and human rights groups handed over the petition to the Indonesian embassy in Germany today. A similar action took place in London on Friday, 13 September. Mr. Rusdi’s apparently unlawful arrest is viewed as an attempt to silence the farmers of Karang Mendapo. Rusdi has been at the forefront of local protest against the abusive land-grabbing practices of palm oil-company PT Kresna Dua Agroindo (KDA), a subsidiary of Sinar Mas group. “In Germany, Europe and all over the world, more and more people are aware of the environmental destruction and human rights abuses caused by the expansion of the palm oil industry in Indonesia, of which Rusdi’s case is just one example”, says Klaus Schenck of Rettet den Regenwald. “They feel especially responsible to act on this because of the role Germany and the EU play as importers of palm oil.” In Berlin, the Indonesian embassy accepted the petition and promised to forward it to the foreign ministry in Jakarta. In London, the petition could only be handed over after a quarrel with embassy staff who had called the police. “We are deeply worried that Rusdi is being criminalized to instill fear among critics of these practices all over Indonesia. We urge the Indonesian authorities to ensure Rusdi’s release,” says Fabian Junge of Watch Indonesia!. “Further, the circumstances of his undue arrest should be investigated and prosecuted if necessary.”

For further information, please contact:
Marianne Klute, Watch Indonesia!, Tel.: +49-30-698 179 38 Email: klute@watchindonesia.org
Fabian Junge, Watch Indonesia!, Tel.: +49-s30-698 179 38 Email: junge@watchindonesia.org
Klaus Schenck, Rettet den Regenwald, Tel.:+29-030-5173 6879 Email: berlin@regenwald.org

The petition can be found at: http://www.regenwald.org/international/englisch/protestaktion.php?id=359

Indonesian:
Pernyataan Pers oleh Watch Indonesia! dan Rettet den Regenwald:

Eropa mengkhawatirkan ekspansi perkebunan sawit di Indonesia: 10.000 warga Uni-Eropa menuntut pembebasan pembela lingkungan M.Rusdi di Jambi. Berlin, 17 Februari 2009 Lebih dari 10.000 warga Uni-Eropa menuntut pembebasan M.Rusdi, kepala desa Karang Mendapo. Ia ditahan pada tanggal 28 Januari 2009. Warga Uni-Eropa tersebut menandatangani petisi yang diajukan oleh Rettet den Regenwald dan Watch Indonesia!. Wakil dari LSM Lingkungan Hidup dan HAM ini menyerahkan petisi tersebut kepada kedutaan besar Indonesia di Jerman pada 16 Februari. Aksi yang sama juga berlangsung di London pada hari Jumat 13 Pebrauri. Penahanan Bapak Rusdi yang rupanya bertentangan dengan hukum dianggap sebagai usaha untuk menindas para petani di Karang Mendapo. Rusdi sebelumnya berada pada barisan depan aksi menentang perampasan tanah yang dilakukan oleh perusahaan kelapa sawit PT Kresna Dua Agroindo (KDA), anak perusahaan Sinar Mas Group. “Di Jerman, Eropa dan seluruh dunia, semakin banyak pihak-pihak yang prihatin atas perusakan lingkungan dan penindasan HAM yang disebabkan oleh ekspansi industri minyak sawit di Indonesia, dimana kasus yang menimpa Rusdi adalah salah satu contohnya”, ujar Klaus Schenck dari Rettet den Regenwald. “Pihak-pihak tersebut merasa bertanggung jawab untuk mengambil tindakan atas kejadian ini, dikarenakan peranan Jerman dan Uni-Eropa sebagai negara pengimport minyak sawit”. Di Berlin, kedutaan Indonesia menerima dan mengakui petisi tersebut dan berjanji untuk meneruskannya kepada kementrian luar negri di Jakarta. Di London, petisi tersebut hanya dapat diserahkan setelah adanya perdebatan dengan pegawai kedutaan yang memanggil polisi. “Kami sungguh khawatir atas kasus Rusdi yang telah dikriminalisasikan untuk menanamkan rasa takut bagi para pengkritik terhadap tindakan represif yang terkait dengan ekspansi kelapa sawit di seluruh Indonesia. Kami mendesak pihak yang berwenang di Indonesia untuk menjamin pembebasan Rusdi,” ujar Fabian Junge wakil dari Watch Indonesia!. “Selanjutnya, kejadian penahanan Rusdi itu harus diperiksa dan diusut dengan semestinya.”
Untuk informasi selanjutnya, silahkan hubungi:
Marianne Klute, Watch Indonesia!, Tel.: +49-30-698 179 38 Email: klute@watchindonesia.org
Fabian Junge, Watch Indonesia!, Tel.: +49-s30-698 179 38 Email: junge@watchindonesia.org
Klaus Schenck, Rettet den Regenwald, Tel.:+29-030-5173 6879 Email: berlin@regenwald.org
Petisi bisa dilihat di: http://www.regenwald.org/international/englisch/protestaktion.php?id=359